Masuk

Ingat Saya

Peranan Generasi Muda dalam Pencegahan Terorisme

“Beri aku 10 pemuda akan kugoncang dunia..” Itu adalah kutipan presiden pertama kita Ir. Soekarno. Ada lagi sebuah ungkapan berbahasa Arab yang artinya “Aduhai alangkah indahnya jika masa muda kembali lagi hari ini, akau akan menceritakan kepahitan pada masa beruban.”.  Dalam kehidupan sehari-hari sering kita mendengar kata-kata “Pemuda adalah harapan bangsa”.  Menurut Dr.Yusup Qordowi kalau diibaratkan matahari, usia muda ibarat jam 12, waktu saat yang paling terang dan paling panas.

Pemuda memang harapan bangsa, ditangannyalah masa depan negeri ini, baik buruknya masa depan suatu bangsa bisa dilihat dari keadaan generasi mudanya saat ini. Oleh karena itu pemuda memiliki peranan penting untuk kemajuan suatu bangsa, termasuk di dalamnya menjaga kestabilan dan ketahanan negara kita. Dibutuhkan pemuda yang berdedikasi tinggi yang memiliki jiwa patriotisme dan cinta tanah air untuk memajukan negeri ini.

Di sisi lain pemuda yang penuh dengan idealisme, yang mempunyai semangat tinggi untuk berubah dan melakukan perubahan, sering dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk kepentingan diri dan kelompoknya. ‘Keluguan’, sedang mencari identitas diri dan rasa ingin tahu yang tinggi serta jiwa mudanya yang meletup-letup mereka gunakan untuk mendoktrin para pemuda agar memiliki isme yang mereka anut, dan dengan semangat perubahannya yang besar membuat para pemuda mudah terpengaruh. Itulah sebabnya para pemuda menjadi sasaran empuk, target utama yang siap untuk selalu mereka rekrut.

Gerakan radikal adalah salah satu yang menjadikan pemuda sebagai target utama rekrutmen mereka. Gerakan radikal ini merujuk pada suatu pemahaman dan tindakan yang menginginkan perubahan yang mendasar dengan cara ekstrim menolak kebiasaan atau norma yang berlaku di sekitar kita. Dan yang menjadi dorongan untuk radikal ini tidak saja gerakan yang bernuansa agama tetapi cukup beragam baik itu sosial, politik, ekonomi atau pun agama itu sendiri.

Sesuai dengan motif yang mendorong gerakan radikal, tipologi gerakan radikal ini memang banyak macamnya dan salah satunya adalah gerakan radikal terorisme yaitu gerakan yang menafsirkan ajaran keagamaan yang salah melalui pemahaman yang ekstrim dan mewujudkannya dalam teror dan kekerasan.

Sepertinya mereka bergerak atas dasar ajaran agama, padahal pemahaman mereka itu didapatkan dari pandangan yang sempit dan pemahaman yang salah dan hanya semata untuk kepentingan membenarkan kelompok mereka sendiri. Terorisme menjadi cara dan strategi mereka untuk melakukan perubahan.

Kelompok terorisme sangat memahami bahwa merusak bangsa adalah dengan cara merusak generasi mudanya. Generasi muda adalah aset yang berharga sebagai penerus bangsa. Faktanya di beberapa negara keterpengaruhan para pemuda dan keterlibatan mereka dalam jaringan terorisme sudah cukup memprihatinkan. Fakta di Indonesia deretan nama pelaku bom di Indonesia rata-rata berumur 23-27 tahun.

Oleh karena itu para pemuda harus diberikan pemahaman sejak dini tentang bahaya terorisme yang memberikan banyak kerugian secara langsung pada masyarakat seperti kematian, cacat, kerusakan gedung, trauma yang dirasakan korban dan tentu saja pada agama, ideologi dan politik Indonesia dalam pergaulan internasional.

Bagaimana mungkin Islam yang rahmatan lil alamin mengajarkan kekerasan yang merugikan orang-orang yang tidak berdosa? Bagaimana mungkin ajaran Nasrani yang penuh kasih memerintah pengrusakan dan pembakaran rumah ibadah agama lain? Dan ajaran agama lainnya yang semuanya menyebarkan kebaikan dan kasih sayang. Pemahaman nilai-nilai keagamaan yang moderat dan penanaman nilai-nilai kebangsaan yang tinggi lah yang harus dimiliki para pemuda.

Para pemuda harus dibekali dengan pemahaman agamanya dengan benar, karena yang terjadi orang yang terlibat dalam aksi terorisme ini justru mereka yang memiliki tingkat pemahaman keagamaan yang rendah dan mudah dipengaruhi ajaran-ajaran radikal.

Para pemuda pun harus banyak dilibatkan dalam aksi dan kegiatan perdamaian secara langsung yang akan memberikan kepada mereka wawasan yang luas sehingga mereka dapat bersikap yang tepat dalam menyikapi perbedaan yang sudah menjadi hal yang alamiah dan ciri khas dalam kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara. #DamaiDalamSumpahPemuda

 

 

Dengan